Archive for June, 2006

Materialisme

Friday, June 30th, 2006

IBLIS ITU BERNAMA MATERIALISME

Seorang teman menjelaskan fasilitas-fasilitas dari telpon seluler yang dimilikinya. Telpon itu canggih, bisa digunakan untuk memotret, mendengarkan lagu, mendengarkan radio, mengakses internet, dan tentu saja untuk menelpon dan mengirim sms. Saya bertanya: ”Kenapa beli hape sampe yang harganya mahal begitu?”
”Biar trendi bos! Lu jangan-jangan gak ngikutin perkembangan teknologi ya?”

Saya berpikir, sebenarnya apa sih tujuan utama dari telpon selular tersebut? Bukankah hanya untuk menghubungi seseorang atau mengirim sms?
Dulu, televisi menyiarkan informasi atau hiburan. Tetapi, sekarang televisi menawarkan iklan-iklan yang membuat orang gatal mata. Barang-barang yang ditawarkan oleh media membuat air liur seseorang turun. Hiburan yang ditayangkan tidak lagi mendidik, yang disajikan hanyalah sinetron-sinetron yang menyajikan masalah percintaan, keluarga, kuasa, dan yang lebih penting lagi: jualan Tuhan. Tidak heran bila orang-orang yang menontonnya kehilangan gairah kerja. Mereka terpengaruh acara-acara tersebut. Mereka ingin menjadi seperti apa yang disajikan oleh televisi.
Untuk mengirim surat, dulu orang perlu pergi ke kantor pos, kini hanya diperlukan seperangkat unit komputer yang diperlengkapi oleh internet. Hanya dengan sekali ’klik’, berita yang kita kirim bisa sampai hanya dalam waktu tidak sampai 3 menit ke seluruh dunia.
Kemudahan-kemudahan itu memang menyenangkan, bisa menghemat tenaga, waktu, dan biaya. Tetapi, kemudahan-kemudahan tersebut menurunkan kualitas hidup seseorang.
Dengan kemajuan teknologi, kini orang mulai menjadi individualis, tidak lagi memikirkan orang lain, yang dipikirkan hanyalah kepentingannya sendiri. Teknologi yang sedemikian mudahnya itu kini menjadi tuhan baru bagi manusia. Visi hidup manusia untuk bekerja kini berubah: dapatkan uang lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak, dan lebih banyak lagi. Mereka bekerja kalau perlu 7 X 24 jam seminggu untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.
Iblis dengan sempurna memperdaya manusia. Tuhan ditinggalkan demi kesenangan semu yang ditawarkan Iblis.
Tuhan tidak lagi diindahkan, tempat ibadah adalah suatu museum dimana hanya ada beberapa orang saja yang mengunjunginya. Persekutuan pribadi yang indah dan menyenangkan dengan Tuhan tidak lagi dilakukan. Saya bertanya kepada seseorang teman:
”Bagaimana saat teduhmu hari ini?”
”Wah udah lama banget gue gak saat teduh, sibuk banget nyari duit yang banyak. Musti berangkat kerja pagi-pagi.”
”Kalo malem lu kemana?”
”Malem ngedugem dong”
”Sampe kapan lu seperti itu?”
”Sampe mati kali gue kaya gini. Seneng sih. Nanti kalo udah mau mati, baru deh gue tobat, rajin ke gereja.”
Sebenarnya, pantaskah menunggu hingga detik terakhir dari hidup di atas dunia ini untuk mengadakan transaksi dari urusan hidup yang paling penting, menyelesaikan utang-piutang dengan Allah? Selama hidup Allah memberikan kesempatan untuk bertobat, untuk mengambil jalan keselamatan yang ditawarkan. Tetapi, bila dengan sengaja orang tersebut menolak Kristus, dan minta diselamatkan di hari-hari terakhir hidupnya; saya hanya bisa memberikan kalimat dari apa yang tertulis di Alkitab: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)

Mungkin kita khawatir bila tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Mungkin kita khawatir dengan apa yang akan kita makan hari ini. Tetapi Tuhan Yesus berfirman: Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:31-33)
Janganlah kuatir akan hari esok. Bila kita memiliki Yesus dalam hidup kita dan menjalankan perintah-perintahNya, Ia pasti akan memelihara kita. Amin

Kehendak Bebas

Monday, June 26th, 2006

Kejadian 3:4-5
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

2 Petrus 3:3
Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.

2 Timotius 3:1-4
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

2 Timotius 4:3-4
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

The end is near, the end is here. But Jesus will drive out your fear!

Saatnya telah tiba. Bumi berada di ujung kehancuran. Bencana bukanlah hukuman Tuhan, tetapi akibat dari ulah manusia yang serakah. Alam berbalik melawan manusia karena manusia gagal untuk memeliharanya. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan disalahgunakan sedemikian rupa demi kepentingan pribadi. Demi mendapatkan kesenangan-kesenangan semu yang ditawarkan Iblis.

Pada awalnya, manusia hidup bersama-sama dengan Allah. Di dalam persekutuan yang kekal denganNya. Manusia serupa dengan Allah. Tetapi, setelah kejatuhan manusia dalam pencobaan karena tergoda ingin menjadi seperti Allah, keserupaan itu rusak. Iblis berhasil untuk melukai hati Allah. Memang sejak pertama kali, Iblis selalu mencoba menjadi Allah. Hingga saat ini, ia menghasut umat manusia supaya mereka ingin menjadi seperti Allah.

Kemudahan-kemudahan dan kenikmatan duniawi ditawarkan oleh Iblis kepada manusia. Perlahan-lahan Tuhan ditinggalkan. Hedonisme, individualisme, materialisme, dan isme-isme dunia adalah tuhan-tuhan baru bagi manusia.

New Age Movement atau Gerakan Zaman Baru merupakan era keemasan bagi umat manusia ketika mereka ingin menjadi ’BEBAS’, mereka ingin seperti Tuhan; berbuat apa saja yang mereka inginkan.

Ego itupun terpenuhi. Tuhan-tuhan lokal bermunculan di sana-sini. Mereka menjadi tamak dan tidak lagi mau mendengar apa yang orang-orang tua mereka katakan. Kitab suci sudah selayaknya masuk museum.

Manusia tidak lagi mencari Tuhan, malah mereka pergi ke dukun-dukun untuk mencari kekuatan, berkat, pembenaran diri. Mereka yang masih takut akan Tuhan terhimpit oleh mereka yang hidup dalam kehendak bebas. Iblis berhasil menarik manusia menjadi pengikutnya. Gerakan Zaman Baru adalah puncak dari keberhasilan manusia sekaligus juga sebagai titik balik kehancuran manusia. Iblis pun tertawa dengan penuh kebencian.

Di akhir zaman nanti, kesusahan yang terbesar bukanlah kesusahan seperti pada saat penganiayaan orang-orang Kristen di zaman Romawi. Iblis sama sekali tidak ingin menindas mereka, sebaliknya, Iblis menawarkan kebebasan kepada semua orang! Iblis akan memberikan apapun kepada mereka yang menginginkan kenikmatan semu. Termasuk orang-orang yang takut akan Tuhan. Menggiurkan sekali bukan?

Apa yang harus kita lakukan? Maukah kita ikut kehendak Iblis yang penuh dengan kesenangan? Atau tunduk penuh kepada Tuhan? Bagaimana Iblis menggoda manusia polanya selalu sama sejak pertama kali ia beraksi di Taman Eden. Tujuannya hanya satu: membawa semua manusia ke neraka!

Bila Anda tidak ingin masuk neraka–percayalah, neraka itu ada dan Iblis merupakan penghuninya, berikan hatimu kepada Yesus, undang Dia untuk masuk ke dalam hatimu. Untuk menguasai seluruh hidupmu. Mintalah kepadaNya untuk mengampuni dosamu. Ia akan membuatmu baru. Yesus mengasihimu dan selalu mengasihimu, bahkan ketika Anda tidak mengasihiNya, Ia tetap mengasihi Anda. Kasih-Nya tidak terbatas dan tidak bersyarat. Bila Anda menerimaNya, Anda akan ikut bersama-sama dengan Yesus menuju surga. Bila Anda tetap menolak kasih-Nya, maka hukuman yang kekal menanti Anda.

Tuhan memberikan kehendak bebas. Bebas mengikut Iblis, atau bebas di dalam Tuhan; bebas yang bertanggungjawab. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

CATECHISM

Monday, June 12th, 2006

One day The Lord came to me and asking:

“Son, do you know Who your creator is?”
I replied: “The Bible says: ‘For by Him all things were created. Things in heaven and on earth; visible and invisible; whether thrones or powers or rulers or authorities. All things were created by Him and for Him. He is before all things. And in Him all things hold together.’”

“So, how can you express yourself about ‘HIM?’”
“You are worthy our Lord and God to receive glory and honor and power. For you created all things. And by your will they were created and have their being.”

“Do you love your God?”
“I do. Since the Bible says: ‘Love the Lord your God with all your heart and with all your soul, and with all your mind, and with all your strength.’”

“But how can you love your God, God is perfect. God is in the most high. He is holy. You are an imperfect being. You cannot love Him. You’re a sinner.”
“The Bible says: ‘For God so loved the world that He gave His one and only Son. That whoever believes in Him shall not perish but have eternal life.’”

“That’s good. But you’re still a sinner. You always commit a sin. Will I forgive you?”
“The Bible says: ‘If we confess our sins, He is faithful and just, and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness.’”

“Having quoted verses from Bible, you are seemingly showing off your pride, indicating that you’re a clever person by answering My questions that way.”
“Forgive me Lord for I steal your glory that should be revealed through me. I do not deserve that . It is my flesh’s will stealing your glory. It is always be my weakness, but, The Bible says again: ‘My grace is sufficient for you. For My power is made perfect in weakness.’”

“Once again. I love you. Do you love me?”
“I do love you, Lord.”

“How can you show your love to me?”
“The Bible says: ‘This is love for God: to obey His commands. And His commands are not burdensome.’”

“Good. You will do it for the rest of your life. Do you remember what reward I will give you?”
“The Bible says: ‘Whoever has My commands and obeys them is the one who loves Me. He who loves Me will be loved by My Father. And I too will love him and show Myself to him.’”

to be continued….